Cegah Paham Radikalisme Berbasis Agama Polsek Jebres Surakrta Menggelar Sarasehan Para Takmir Masjid

Tribratanews.polri.go.id.Polresta Surakarta – Sarasehan Pencegahan Radikalisme Berbasis Agama dengan para takmir masjid dilaksanakan oleh Polsek Jebres  Polresta Surakarta pada hari Rabu, 02 Agustus 2017 pukul 20.15 sd 22.45 wib bertempat di Polsek Jebres Surakarta.

Sarasehan ini di hadiri oleh Forkopimca Jebres, Kapolsek Jebres Kompol Juliana,SH, MH, Kepala KUA Jebres H Sucipt, Lurah se Kecamatan Jebres serta para Takmir masjid se kec Jebres. Hadir juga para tokoh agam, para tokoh masyarakat Kecamatan Jebres.

Kapolsek Jebres dalam sambutanya menyampaikan bahwa kami selaku Kapolsek Jebres meneruskan perintah dari Kapolda Jateng untuk mengumpulkan para takmir masjid di Wilayah
masing-masing. Untuk Jajaran Polresta Surakarta yang pertama kali mengumpulkan para takmir masjid baru Polsek Jebres. Kami mohon dukungan kepada para tamu undangan yang hadir pada malam hari ini untuk menciptakan situasi yang kondusif di wilayah. Mudah-mudahan dengan adanya kami mengumpulkan para takmir masjid ini untuk menambah silaturrahmi kepada jajaran Polsek Jebres.

Kegiatan sarasehan pencegahan Radikalisme berbasis agama ini juga menghadirkan nara sumber yait H Sucipto Kepala KUA Kec Jebres. Dalam tausiyahnya menjelkaskan bahwa Islam itu bukan Radikal dan bukan Terorisme . Islam itu menegakkan keadilan . Islam itu bertujuan untuk kemaslahatan umat.Radikalisme dan Terorisme itu bukan Islam. Para Takmir Masjid agar meningkatkan kewaspadaan Radikalisme dan Terorisme. Ajaran Islam tidak ada ajaran fanatisme dan kekerasan. Teroris itu berarti membuat ketakutan dari golongan tertentu. Teroris itu timbul karena ada penyalahgunaan ajaran Agama Islam. Gerakan Radikal di mulai dengan kriminal. Gerakan Radikal menyudutkan ajaran yang tidak sepaham dengan ajaranya. Gerakan Radikal itu ajaran keras yang kontra produktif misalnya dengan cara pengeboman, Penculikan, Penyanderaan. Gerakan Radikal sering menggunakan takbir Allahu Akbar padahal dia sendiri tidak tahu apa maksudnya. Gerakan Radikal sering mengkafirkan kepada orang lain. Selama kegiatan berlangsung terdapat aman tertib lancar dan kondusif. Dalam kegiatan Sarasehan tersebut di hadiri sekitar 150 orang tamu undangan. (Lilik Jebres).

Humas Polresta Surakrta.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s