Cegah  Penyalahgunaan Narkoba : Kasat Binmas Polresta Surakarta Memberikan Penyuluhan Kepada Generasi Muda Kecamatan Laweyan dan Serengan Solo

Polrestasurakarta.com – Kasat Binmas Polresta Surakarta Kompol Suharmono, MH, melaksanakan kegiatan pembinaan dan pemyuluhan  tentang bahaya Narkoba dan dampaknya  terhadap para Pemuda dan Pemudi  Kecamatan Laweyan dan Kec. Serengan Surakarta Kamis tanggal 27 Juli 2017 pukul 20.00 WIB yang di ikuti sekitar 200 pemuda dan masyarakat .

Kegiatan bertatap muka dengan masyarakat ini untuk terus menjalin tali silaturahmi  antara Polri dan masyarakat , dan yang lebih khusus adalah untuk membentengi generasi muda dari bahaya penyalahgunaan Narkoba. Salah satunya adalah dengan memberi bimbingan dan penyuluhan tentang jenis Narkoba dan bahayanya serta dampaknya, baik dampak kesehatan maupun dampak hukumnya.

Selain penyuluhan bahaya penyalahgunaan narkoba juga di laksanakan penyuluhan tentang masalah Radikalisme, guna mengantisipasi terpengaruhnya faham yang anti Pancasila, UUD 45, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI.

Kegiatan ini juga di hadiri oleh  Kapolsek Serengan Kompol Giyono, PLT Kepala Kesbangpol Kota Solo, Forkopimca  Serengan, Lurah se Kec Serengan dan laweyan, Tokoh agama dan Tokoh masyarakat  Kec. Serengan dan laweyan Para pemuda dan pemudi Kec. Laweyan dan Kec Serengan.

Dalam penyuluhuanya Kasat Binmas  menyampaikan materi tentan Narkotika sesuai UU RI No. 35 tahun 2009  tentang Narkotika dan obat berbahaya .  Narkoba bisa menyebabkan menurunkan  atau bahkan merubah kesadaran, hilangkan rasa dan dapat menimbulkan ketergantungan. Selain itu bisa berurusan dengan hukum jika tertangkap oleh penegak hokum.

Menurut Kompol Suharmono, MH membagi  Narkotika menjadi sesuai dengan Jenisnya yaitu :

Golongan I : Berpotensi tinggi menyebabkan sangat ketergantungan pada penggunanya. Contoh: Heroin, Kokain Ganja

Golongan 2. Berpotensi tinggi sangat ketergantungan pada penggunanya, namun masih di gunakan dalam medis. Contoh: Morfin, Pertidin

Golongan 3. Berpotensi ringan menyebabkan ketergantungan pada penggunanya, digunakan dalam kesehatan / medis Contoh: Codein

Ancaman pidana pasal 114. Setiap orang yang tanpa hak / melawan hukum menawarkan, menjual, membeli, menerima atau menyerah Narkoba di pidana penjara seumur hidup (20) thn dan paling singkat 5 tahun dan pidana denda paling sedikit satu miliar rupiah dan paling banyak Sepuluh miliar rupiah.

Kegiatan  bersama warga dengan harapan agar warga jangan sekali – kali menggunakan Narkoba dan mengetahui dampaknya . Maka sebaiknya jangan pernah dekati apalagi menyentuh Narkoba.

Menyangkut penyuluhan masalah Radikalisme yang perlu diketahui oleh para pemuda dan pemudi jangan sampai terpengaruh adanya faham tersebut .Karena faham tersebut bertentangan dengan 4 Pilar bernegara yaitu ,Pancasila ,UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika  serta NKRI.  Paham Radikalisme cenderung menjauhkan para generasi muda dan masyarakat untuk tidak setia dan tidak menjada Dasar Negara Indonesia, maka hal ini harus di kikis habis, dan di jauhkan dari Negara Indonesia. (Suroto Binmas)

Humas Polresta Surakarta.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s