Cegah Perkembangan Paham Radikalisme Kapolresta Surakarta Silahturahmi ke Pimpinan MTA Pusat di Solo

Kapolresta Surakarta dalam kunjungan ini mengucapkan terimakasih karena saat berlangsung operasi Ramadniya sudah dibantu pengamanan oleh Satgas MTA. Saya mohon maaf baru hari ini untuk bersilaturhami, dan alhamdulilah tidak ada ada kejadian menonjol selama operasi rahmaniya 2017. Berkat doa masyarakat kota Surakarta semua.

AKBP Ribut Hari Wibowo juga mengutarakan bahwa mohon doa restu supaya dapat amanah memimpin Polresta Surakarta, kami mohon saran masukan karena kami perlu masukan sebanyak banyaknya agar kami dapat menentukan kebijakan untuk menjaga kamtibmas, mudah – mudahan dapat terjalin hubungan yang lebih erat dan ditindaklanjuti dengan giat yang lain. Kemarin itu fokus pam kami terpecah di Mako, polsek dan pos pos sementara ancaman begitu kencang pada anggota kita, itu konsekuensi kami sebagai polisi. Kalau mereka (para teroris )ingin mati dengan menyerang polisi ya kita bantu untuk mati. Untuk menjaga dan melindungi diri maka senjata digudang saya keluarkan semua. Hampir setiap hari saya keliling wilayah Solo . Dampak kalau ada polisi yang terluka dampaknya berita tidak bagus untuk Solo dan Indonesia.

Lebih jauh Kapolresta juga membeberkan bahwa masyarakat kita lebih permisif dengan orang jual ciu daripada masuknya majelis. Karena masih rendahnya pemahaman, di solo masyarakat lebih permisif dengan kelompok radikal daripada elemen yang pro NKRI. Rata-rata masyarakat yang tidak paham apa itu organisasi, itu tugas kita untuk menyadarkan masyarakat. Harapan kita MTA dengan Kepolisian dapat bersinergi menjaga kamtibmas di wilayah solo. Syukur-syukur dapat membantu program deradikalisasi.
Saat ini di Surakarta ada masjid yang ekslusif sehingga tidak semua orang dapat masuk masjid. Polisi mau masuk saja tidak boleh.

Ustad Drs. Ahmad Sukinadalam kesempatan silahturahmi ini menjelaskan bahwa Kami selalu hubungan baik dengan kepolisian, Kami dulu ngirim relawan ke aceh di Jambi dicegat dimasukkan ke Polres kami diberi makan. Serah terima Kapolda Jambi pernah diundang, sampai sekarang masih berhubungan baik. Yang memberi metal detektor di depan pemberian pak Hasibuan ( Kapolsek Banjarsari dulu ). Kita secara pribadi maupun kesatuan punya harapan yang sama supaya masyarakat aman damai tenang. Polisi dibutuhkan masyarakat dan polisi butuh masyarakat. Saya berpesan kepada polisi tegakkan hukum, siapapun yang salah harus ditindak. Kalau bisa dinasihati jangan buru-buru ditembak. Kerjasama yang baik untuk ciptakan suasana yang kondusif, tidak ada saling mencurigai dan adanya saling percaya. NKRI itu adanya Bhineka Tunggal Ika, jangankan beda paham beda agamapun harus rukun. Polisi tegakkan hukum saya yakin akan damai. Kalau memang kurang paham MTA, pusatnya MTA ada di Solo. Tanya Polisi Solo MTA tidak pernah ada gesekan. MTA tidak pernah membalas, kalau ada yang salah MTA berusaha sadarkan. Kapolda Jateng Irjen Pol Chaerul Rasyid datang kesini, Kapolwilnya Kombes Pol Abdul Majid ( Alm) setelah itu Kapolda pak Irjen Pol Alek Bambang bukan muslim datang kesini sudah 4 (empat) kali. Beliau tahu gerakan MTA selalu menaati aturan yang berlaku. Dengan kunjunga ini di harapkan akanterjalin hubungan yang saling menguatkan dan memberi infoirmasi yang saling memepercayai demi kedamaian, kerukunan masyarakat Solo dan Indonesia pada umumnya.(Endang )

Humas Polresta Surakarta.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s